Connect with us

NASIONAL

Pilkada Serentak, Presiden Putuskan 27 Juni Sebagai Libur Nasional

Published

on

Presiden Jokowi

Mediaemiten.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota (Pilkada) sebagai Hari Libur Nasional.

“Menetapkan hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 sebagai hari libur nasional dalam rangka pernilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak,” demikian kutipan Keppres yang ditandatangani Presiden di Jakarta, Senin ini.

Dalam pertimbangannya bahwa penetapan hari Iibur nasional dalam rangka Pilkada secara serentak di beberapa provinsi dan kabupaten/kota dilaksanakan guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya.

“Bahwa berdasarkan Pasal 84 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota Menjadi Undang-Undang sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, pemungutan suara dilakukan pada hari Iibur atau hari yang diliburkan,” demikian Kepres tersebut.

Pertimbangan Hari Libur Nasional itu juga berdasarkan penetepan Komisi Pemilihan Umum melalui Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 3 Tahun 2016 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018 telah menetapkan pemungutan suara pada Rabu 27 Juni 2018. (jok)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

NASIONAL

Sepi Transaksi, Pasar Modal Berharap Situasi Politik Kembali Cair

Published

on

Pasar modal berharap situasi politik segera dapat kembali cair setelah penetapan pemenang Pemilihan Presiden.

Mediaemiten.com, Jakarta – Kalangan analis pasar modal berharap situasi politik segera dapat kembali cair setelah penetapan pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa (21/5).

“Harapan pasar sebenarnya situasi politik kembali cair setelah penetapan KPU, sehingga pemerintahan yang baru bisa berjalan sebagaimana mestinya,” kata Analis Indopremier Sekuritas, Mino, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Menurut dia, setelah pengumuman KPU, yang memenangkan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin, respons pasar cenderung positif dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik.

“Tapi setelah ada demo, IHSG jadi turun dan transaksi juga jadi lebih sepi,” kata Mino.

Pernyataan Mino dibenarkan oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia Octavianus Budiyanto. Menurut dia, dengan aksi massa di Jakarta kemarin, serta yang direncanakan akan berlanjut hari ini, pasar sedikit melemah karena banyak investor yang khawatir.

“Sekarang mereka mengamankan dulu investasinya,” jelas Octavianus yang juga merupakan Direktur Utama PT Kresna Sekuritas itu.

Terkait pemenang Pilpres 2019, Octavianus berharap agar menteri kabinet baru nanti, terutama yang berada di sektor ekonomi, dapat memperkuat perekonomian Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa permasalahan perang dagang global menyebabkan harga komoditas turun, sementara ekspor komoditas menjadi salah satu andalan bagi Indonesia. “Harus dapat meningkatkan ekspor sehingga defisit transaksi dapat berjalan membaik,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap agar investment grade Indonesia dapat terus ditingkatkan sehingga semakin banyak investasi asing yang masuk. (ahm)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL & MEDIA

Pusat Siaran Pers Bantu Perbanyak Link Berita Press Release untuk Dukung Praktisi PR

Published

on

Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) meluncurkan jasa publikasi untuk memperbanyak link berita siaran pers.

Mediaemiten.com, Jakarta – Salah satu faktor kesuksesan praktisi public relations (PR), baik PR agency maupun PR internal adalah keberhasilannya mempublikasikan press release (siaran pers) ke media-media yang mainstream (utama), dan memperbanyak link berita diberbagai media lainnya, meski pun bukan mainstream, karena masing-masing media punya kelebihan dan kekurangan.

Untuk mendukung praktisi PR, yang terkait dengan distribusi press release, Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI) meluncurkan jasa publikasi untuk memperbanyak link berita siaran pers.

PSPI telah menggandeng puluhan perusahaan media yang dapat bekerjasama untuk mendukung kegiatan ini. Perusahaan media siber yang siap bekerja sama, terdiri dari berbagai media dengan segmentasi antara lain : Nasional, Bisnis, Politik, Entertainment, Sport dan sebagainya.

Adapun biaya yang dikenakan untuk menggunakan jasa ini relatif efisien yaitu : hanya Rp 200.000/link berita, dengan syarat minimal 10 media. Sedangkan untuk penggunaan minimal 20 media dikenakan biaya Rp150.000/link berita. Biaya tidak termasuk coordination fee sebesar Rp 1 juta.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai daftar media siber yang akan digunakan untuk saluran publikasi press release, dan mekanisme kerjasama dengan kami, dapat menghubungi Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI), kontak Banny Rachman Hp : 08111157788. (res)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Jurnalisme Positif Bisa Meminimalisasi Konflik, Begini Argumentasinya

Published

on

Mediaemiten.com, Jakarta – Jurnalisme positif dinilai bisa meminimali konflik mulai dari yang berskala lokal, nasional, maupun gobal. Karena itu, jurnalisme seperti ini perlu dikembangkan.

“Di tengah perkembangan teknologi digital yang bercirikan kecepatan, dan keserempakan, serta tidak dibatasi ruang dan waktu, jurnalisme positif diperlukan kehadirannya,” kata wartawan senior Budi Purnomo Karjodihardjo S.I.Kom, M.I.Kom di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Budi yang juga Dewan Penasehat Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) DKI Jakarta dan Wakil Ketua Asosiasi Media Digital Indonesia (AMDI) itu menjadi pembicara pada acara Indonesian Constructive Journalism Conference (ICJC) yang bertema “The Power of Positive Journalism and Its Impact on Millenial and Society Development” itu.

Budi menjelaskan, jurnalisme positif adalah turunan atau derivasi dari jurnalisme konstruktif, yang fokus mencari solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi individu dan masyarakat.

“Jurnalisme positif tidak berfokus kepada masalah, konflik atau hal negatif yang bisa meresahkan, membuat tidak tenang bahkan cenderung memecah belah masyarakat,” kata pemegang kartu Wartawan Utama Dewan Pers itu.

Oleh karena itu, menurut Budi, jurnalisme positif akan menjadi penyeimbang bagi jurnalisme tradisional yang beranggapan bahwa “bad news is good news”.

“Banyak peneliti yang melaporkan bahwa berita-berita yang berfokus kepada masalah, krisis, dan berita-berita negatif lainnya bisa menjadi variabel yang membuat kekecewaan publik,” katanya.

Budi melihat, beberapa penerbit dunia juga sudah mulai menerapkan jurnalisme positif, dengan menyisipkan konten positif yang fokus terhadap solusi.

Misalnya, The Christian Science Monitor yang membuat rubrik “Take Action yang menggabungkan jurnalisme dan advokasi sosial. Ada juga Huffington Post yang punya rubrik “Impact” yang menitikberatkan kepada solusi, dan sebagainya.

Budi mengakui, jurnalisme positif menghadapi banyak tantangan karena media digital memiliki ciri kecepatan, keserentakan, dan tidak dibatasi ruang dan waktu.

“Sejumlah konflik di dunia banyak dipicu oleh berita negatif yang menyebar dengan cepat. Demikian juga gejala modernitas negatif yang beredar seperti virus,” katanya.

Karena itu, kehadiran jurnalisme positif di Indonesia sangat penting, mengingat keberagaman Indonesia dari segi agama, suku, bahasa, dan politik sangat rentan dengan potensi konflik.

Acara yang digelar oleh media Akutahu.com dan Fakultas Komunikasi Universitas Dr Moestopo itu juga menghadirkan pembicara lainnya, yaitu Deddy Permadi (Ketua Siberkreasi Kemenkominfo), Aryo Subarkah Eddyoko (dosen Universitas Bakrie), dan Deslina dari media Akutahu.com. Demikian, seperti dikutip media milenial Hallo.id. (tim)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending