Connect with us

INFRASTRUKTUR

PT LCK Global Kedaton Tbk, Emiten Pertama Tahun 2018.

Published

on

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana PT LCK Global Kedaton Tbk dengan kode perdagangan LCKM sebagai emiten pertama pada tahun 2018.

Mediaemiten.com, Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana PT LCK Global Kedaton Tbk dengan kode perdagangan LCKM sebagai emiten pertama pada tahun 2018.

“Ini perusahaan tercatat pertama yang IPO di 2018. Diharapkan menjadi salah satu saham yang menjadi pilihan bagi para investor,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, dengan tercatatnya saham LCKM maka total perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia sebanyak 567 emiten. Diharapkan, aksi korporasi dengan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dapat mendorong kinerja lebih baik.

“IPO menjadi salah satu sarana bagi perusahaan untuk menggalang dana untuk mengembangkan bisnis,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa saham LCKM akan dicatatkan pada papan pengembangan (development board) di BEI. Papan pengembangan merupakan papan pencatatan yang disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang memiliki aktiva berwujud bersih sekurang-kurangnya Rp5 miliar dan memiliki pengalaman operasional sekurang-kurangnya 12 bulan.

Dalam pelaksanaan IPO, perseroan melepas sebanyak 200.000.000 saham seharga Rp208 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana sebesar Rp41,6 miliar. Perseroan menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi.

Direktur Utama PT LCK Global Kedaton Tbk, Lim Kah Hock mengemukakan bahwa sebesar 97 persen dari dana IPO akan digunakan untuk modal kerja, sedangkan sisanya 3 persen untuk pembiayaan research and development serta pelatihan.

“Perusahaan kami bergerak di bidang jasa penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penyedia menara telekomunikasi (tower provider) di Indonesia. Aksi korporasi di pasar modal ini merupakan langkah besar perusahaan guna mewujudkan visi jangka panjang dan menjadi pemimpin di sektor ini,” katanya.

Head Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mukti Wibowo Kamihadi mengatakan bahwa saham LCKM yang dilepas ke publik melalui IPO mewakili 20 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor.

“Dalam IPO, saham LCKM mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 325 kali,” katanya.

Tercatat, pada perdagangan perdana saham LCKM bergerak naik 104 poin atau 50 persen menjadi ke Rp312 per saham dibandingkan harga perdana. (*)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INFRASTRUKTUR

Didemo Soal Pembayaran Proyek Tol Soreang – Pasir Koja, Ini Jawaban PT Wijaya Karya (WIKA)

Published

on

Spanduk yang mendiskreditkan WIKA di Akses Gerbang Tol Soreang pada ruas Tol Soreang Pasir Koja.

Mediaemiten.com – Sehubungan dengan peristiwa pemasangan dan pembentangan spanduk yang mendiskreditkan WIKA di Akses Gerbang Tol Soreang pada ruas Tol Soreang Pasir Koja, Selasa (10/7), Sekretaris PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Puspita Anggraeni dalam rilisnya menjelaskan.

1. WIKA sebagai salah satu kontraktor yang mengerjakan Tol Soreang Pasir Koja senantiasa memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat dilakukan dengan baik dan bermitra serta berkoordinasi dengan para pihak, baik pemangku kepentingan (stakeholder), elemen masyarakat, termasuk para mitra, diantaranya adalah PT Citra Bangun Selaras (CBS) dengan integritas yang baik dengan harapan bahwa kepentingan umum untuk mendapatkan manfaat dari konektivitas terbaik, dapat diutamakan.

2. Pada proses hubungan kerja yang melibatkan WIKA dan CBS dalam pelaksanaan Proyek Tol Soreang – Pasir Koja Seksi -1 (MC 100), masih terdapat perbedaan dalam perhitungan volume akhir pekerjaan, dimana dari sisi WIKA, volume pekerjaan dihitung sesuai dengan kesepakatan yang tertuang dalam kontrak. Sementara dari pihak PT Citra Bangun Selaras (CBS) menggunakan tata cara perhitungan yang berbeda, sehingga perlu dihadirkan pihak independen untuk dapat memberikan evidence yang benar dan bertanggung jawab sebagai dasar pembayaran yang dilakukan oleh WIKA.

3. Saat ini perbedaan dalam perhitungan volume akhir pekerjaan tengah dalam tahap mediasi yang telah disepakati oleh keduabelah pihak melalui pihak ketiga yang independen dan memiliki kredibilitas.

4. Dalam pandangan WIKA, segala hal berkenaan dengan sengketa bisnis, telah memiliki mekanisme penyelesaian sebagaimana telah tertuang dalam kontrak yang ditandatangani kedua belah pihak. Kami akan menghormati dan mengikuti proses hukum.

5. Bahwa adanya pemberitaan yang menyebabkan ketidakbenaran informasi dan/atau kesimpangsiuran pemberitaan, mendorong kami untuk meluruskan pandangan bahwasanya WIKA tidak dapat melakukan pembayaran terhadap nilai yang diperselisihkan apabila belum adanya payung hukum yang jelas. Hal itu menjadi penting untuk dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Soreang dikenal sebagai salah satu sentra industri rumahan untuk
produk-produk pakaian. Namun, selama ini rute Bandung-Soreang harus melewati ruas jalan raya yang sering macet. Sehingga kemudian memerlukan waktu yang lama bila menggunakan kendaraan roda empat dari kota hingga kabupaten Bandung atau sebaliknya.

Kehadiran Jalan Tol Soreang Pasir Koja (Soroja) yang dibangun oleh Konsorsium WIKA ini kemudian diharapkan dapat menjadi “angin segar” bagi masyarakat Bandung Raya karena akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Soreang dan mendukung destinasi wisata alam dan agro yang ada di Kabupaten Bandung.

Dengan beroperasinya Tol Soroja ini juga, maka waktu tempuh dari Soreang menuju Kota Bandung maupun sebaliknya akan lebih singkat. Dengan begitu, diharapkan terjadinya percepatan pembangunan dan perekonomian, karena waktu yang ditempuh menuju kota Bandung otomatis akan tereduksi.
Demikian penjelasan ini dibuat untuk menghindari kemungkinan kesalahpahaman pemberitaan di kemudian hari. Kami berharap klarifikasi ini dapat dimuat pada media sebagai wujud penyampaian informasi yang berimbang kepada masyarakat. (mar)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INFRASTRUKTUR

Indosat (ISAT) Lunasi Pembayaran Obligasi Berkelanjutan II

Published

on

Pelunasan obligasi dan sukuk tersebut, perseroan menggunakan dana yang bersumber dari Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018,

Mediaemiten.com, Jakarta – Emiten operator telekomunikasi PT Indosat Tbk. menyebut telah melakukan pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 Seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 Seri A.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan perseroan, Group Head Corporate Secretary Indosat Hadi Susilo menyebut pelunasan pembayaran efek bersifat utang tersebut telah diselesaikan perseroan pada Rabu, 20 Juni 2018.

“Jumlah pembayaran pelunasan Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 Seri A dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap I Tahun 2017 Seri A tersebut yaitu sebesar Rp887,74 miliar,” ungkap Hadi di Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Hadi menyebut untuk melunasi obligasi dan sukuk tersebut, perseroan menggunakan dana yang bersumber dari Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018, ditambah dengan kas internal emiten dengan kode saham ISAT tersebut.

Adapun, ISAT baru saja menawarkan Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap III Tahun 2018 sebesar Rp2,719 triliun. Perseroan mencatat obligasi tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 1,5 kali.

Obligasi tersebut telah memegang peringkat idAAA dari lembaga pemeringkat Pefindo. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) senilai total Rp9 triliun yang telah dimulai emiten dengan kode saham ISAT tersebut sejak 2017.

Adapun, untuk mendukung ekspansi dan strategi, Indosat akan terus menambah jumlah BTS dan memperkuat layanan jaringan BTS.

Pada 2017, Indosat telah membangun 4.874 BTS tambahan, di mana 51% di antaranya merupakan BTS 4G untuk menunjang pertumbuhan penggunaan data yang sangat tinggi. Total jumlah BTSIndosat pada akhir tahun 2017 adalah 61.357 unit. Demikian seperti dikutip Bisnis.com. (bis)


Media Emiten menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : mediaemiten@gmail.com, dan redaksi@mediaemiten.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending